Sampang – Metro Liputan 7, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Desa Pandiyangan Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak pernah pegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan buku rekening, Minggu (4/10/2020).
“Saudah janda berumur (55) tahun ini, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Pandiyangan selama ini tidak pernah pegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), yang seharusnya kartu tersebut di pegang yang berhak (KPM),” katanya.
Lanjut, Keterangan warga yang lain juga sama, sebut saja (M) juga menyebutkan kalau selama ini Pendistribusian Bantuan tersebut tidak sesuai dengan nominal uang yang katanya di tetapkan pemerintah sebesar Dua Ratus (200) ribu rupiah sejak februari 2020.
Jika memang betul begitu kenapa kami selaku Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kok cuma dapat Bantuan Beras 5 Kg dan Telur 7 Butir tiap bulannya, ini kan gak sesuai dengan nominal uang 200 ribu tersebut, seharusnya kita kan dapat Beras 15 kg dan Telur 2 kg, jika di kalkulasi bantuan yang kami terima ini hanya sebesar 60 ribu rupiah donk, terus sisanya itu kemana,” ujarnya kepada awak Metro Liputan 7.
Masih saudah, beliau menyebutkan, kalau dia dan warga juga tidak pernah pegang KKS dan Buku Rekening, ini sudah sejak dulu Pak.
Jadi kami itu gak pernah tau sebenarnya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini prosedurnya gimana, karena selama ini kami Masyarakat Pandiyangan tidak pernah pegang KKS dan Buku Rekening BPNT ?.
Beda dengan warga Desa sebelah, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) nya di sana, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) nya itu pegang Kartu Keluarga Kejahtera (KKS) jadi mereka itu nukar Sembakonya gesek sendiri ke E-warung di Desa tersebut, kalau di Pandiyangan dari dulu awal adanya BPNT ini belum pernah tau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan gak pernah gesek sendiri ke E-warung,” tuturnya kepada awak Media Metro Liputan 7.
Kades Pandiyangan Supandi mau di konfirmasi terkait hal ini dengan menghubungi via seluler tapi teleponnya nya gak aktif.
Journalist : Tim/Hedra Suryadi
Editor : Nang


