Peresmian kantor baru ( GKNI ) DPC

Rapat koordinasi Pengurus GKNI Sidoarjo
Sidoarjo – Metro Liputan 7, Organisasi Masyarakat (ormas) Garuda Kencana Nusantara Indonesia (GKNI) DPC Sidoarjo baru saja meresmikan kantor barunya di Jalan Achmad Yani nomor 25 Sidoarjo, kawasan bekas gedung Kodim Sidoarjo.

Hadir segenap pengurus GKNI Sidoarjo pada acara yang digelar pada Sabtu siang, 12 September 2020.

Rangkaian peresmian kantor GKNI Sidoarjo disamping koordinasi memperluas struktur di tingkat kecamatan, juga ditandai dengan pemotongan tumpeng.

Selain itu, ormas GKNI Sidoarjo menentukan sikap dalam pilkada Sidoarjo, dengan memilih salah satu calon diantara 3 pasangan calon bupati dan wakil Bupati Sidoarjo.

Rapat koordinasi pengurus GKNI Sidoarjo

“Rapat koordinasi menghasilkan keputusan bahwa calon bupati dan wakil bupati yang didukung ialah Mas Kelana Aprilianto dan Ibu Dwi Astutik. Setelah ada kaputusan ini, kami akan solid untuk mendukung Mas Kelana dan bergerak untuk menjaring masyarakat agar memilih Mas Kelana di Pilkada Sidoarjo pada 9 Desember 2020 nanti,” ujar Ketua I GKNI Sidoarjo, Nonot S Utomo mewakili Ketua DPC GKNI Sidoarjo, Muhammad Jamil.

Nonot menyatakan, setelah anggota dan pengurus GKNI Sidoarjo satu suara untuk mendukung Kelana Aprilianto – Dwi Astutik sebagai calon bupati dan wakil Bupati Sidoarjo, pihaknya akan mendirikan Posko Kemenangan.

Posko itu, kata Nonot, akan didirikan di masing-masing PAC GKNI Sidoarjo. Saat ini, PAC GKNI Sidoarjo sudah terbentuk 18 PAC, yang terdiri diantaranya PAC Waru, PAC Gedangan, PAC Krian, PAC Prambon, dan sejumlah PAC lain. Mengenai jumlah anggotanya, Nonot menyebutkan, sesuai dengan KTA yang dibuat, anggota GKNI di Sidoarjo mencapai 2000 orang lebih. Belum lagi ditambah pengurus GKNI DPC Sidoarjo.

“GKNI Sidoarjo ini ialah ormas yang berasal dari unsur lintas komunitas, seperti komunitas Sandal Jepit, ada persatuan pendukung sepak bola, dan lain-lain. Di Posko GKNI Sidoarjo ini, kami sepakat untuk mendukung Kelana Aprilianto dan Dwi Astutik,” ujar Nonot.

Nonot yakin GKNI Sidoarjo bisa menjadi salah satu penyokong suara terbanyak di Sidoarjo.

Hal ini mengingat keanggotaan GKNI Sidoarjo sudah mencapai ribuan orang.

Menurut Nonot, langkah awal bentuk dukungan itu yaitu akan dipasang banner sosialisasi dan pengenalan terhadap Kelana Aprilianto di masing-masing PAC.

Setiap PAC akan dipasang 3 banner.

Jika nanti calon Bupati Sidoarjo yang didukung GKNI Sidoarjo menang, Nonot hanya berharap Sidoarjo bisa lebih baik dari setiap sisi, dari sisi birokrasi, kesehatan, pendidikan, layanan sosial dan tentunya lapangan pekerjaan serta pembangunan.

“Juga kemudahan investasi di Sidoarjo. Kami dari GKNI Sidoarjo jika Mas Kelana terpilih, maka akan terus mengawasi jalannya pemerintahan Sidoarjo,” ujar Nonot.

Journalist : Red

Editor : Nang


Kisah Cinta Ratu Ragapadmi Dan Kesetiaan Patih Bangsacara

Realigi – Metro Liputan 7, Pada Zaman Dahulu , Berdirilah Sebuah Keraja,an Yang Di Kelilingi tujuh (7) Sumber Air Murni Alami Serta Tujuh Tempat pemandian Raja Dan Permaisurinya di Kabupaten Bangkalan Kecamatan Tragah, Desa Pacangan Madura, Keraja,an ini Dipimpin Oleh Seorang Raja Bernama Abidarba.

Raja Abidarba Memiliki Permaisuri Yang Cantik Bernama Ragapadmi Serta Beberapa Senopati Bernama :

1-Bangsapate
2-Bangsacara
3-Bangsaraga
4-Bangsanara
5-Bangsarea

Salah satu Senopatinya yang Bernama Bangsapate,Memiliki Kepribadian Yang Buruk, Jika Diberi Tugas Oleh Sang Raja Maka Bangsapate Selalu Mengkhianati Tugas Tersebut.

Kepribadian Bangsapate Kontras Dengan Kepribadian patih Bangsacara, Bangsacara Memiliki Perilaku Yang Baik Jujur Patuh Serta Loyal Terhadap Rajanya.

Tempat pemandian Sumber kaser di desa pacangan.

Suatu Hari Sang Permaisuri Ragapatmi Terjangkit Penyakit Kulit Cacar yang Menjijikkan Akhirnya Sang Rajapun Mengadakan Sanyembara Kepada Tabib di Seluruh Wilayah Kerajaan, Akan memberi Hadiah yang sangat Besar Bagi Siapa Saja Yang Bisa Menyembuhkan Ragapatmi Sang Permaisurinya,Namun Tak Satupun Tabib Yang Mampu Mengobati Penyakit Ragapadmi.

“Karena Penyakit Kulitnya Cacar yang menjijihkan Akhirnya Bangsapate menghasut Raja’
Sang Raja Tidak Pantas Mempunyai Permaisuri Yang Mempunyai Penyakit kulit Yang Menjijikkan Dan Tinggal di Dalam Istana Kerajaan Pacangan, Sang raja Termakan Hasutan Bangsapate Akhirnya Memerintahkan Kesalah Satu Patihnya Yang Bernama Bangsacara, Untuk Mengasingkan Sang Permaisuri Ragapadmi Dari Istana Kerajaan Pacangan.

“Lansung saja Sang Raja Abidarba Menugaskan, patih Bangsacara Membawa Sang permaisuri Kedesanya dan dirawat Oleh Ibu Bangsacara Yang Benama Marsiyah Di Desa Mrecah, Hingga Akhrinya Ragapadmi Bisa di Sembuhkan Dari Penyakitnya Dan Menjadi Wanita Yang Cantik Jelita Melebihi Seperti Semula.

Pada Suatu Hari,Sang raja Abidarba Memerintakan kepada Bangsapate Untuk Mencari Keberadaan Sang Permaisuri Ragapadmi, Untuk mengetahui keadaanya,
Setelah Bangsapate Mengetaui Tempat Keberadaan Dan melihat Sang Permaisuri Ragapadmi Sembuh Sediakala Tambah cantik Dari Semula, Bangsapate terkejut, Dan kagum oleh Kecantikan Ragapadmi Bangsapate Mulai Jatuh Cinta Kepada Sang Permaisuri, Bangsapate Mulai Memainkan Akal Busuknya, Bangsapate Ingin Merebut Ragapadmi dari Bangsacara Yang Merawatnya dan Ingin Menikahinya,Bangsapate Mulai Meluncurkan Siasatnya Berkata Kepada Bangsacara Bahwa Sang Raja Memerintah Dirinya Untuk Menyuruh Bangsacara Berburu Seratus (100) Ekor Rusa Ke Pulau Mandangin Yang Terletak Di Kabupaten Sampang Untuk Digunakan Dalam Acara Peraya’an Kesembuhan Sang Permaisuri Ragapatmi.

Bangsacara Yang Berjiwa Jujur Patuh Pada Rajanya Akhirnya Berangkat Kepulau Mandangin Ditemani Dua (2) Ekor Anjing Peliharaannya,

Setelah Bangsacara Hampir Memenuhi Buruannya Yang Menurut Bangsapate di Tugaskan Sang Raja, Lalu Bangsapate Niat Membunuh Bangsacara dia Lansung menusuk Dengan Kerisnya Namun Tidak Mempan Berkali-Kali Tusukan,Akhirnya Bangsacara Berkata Ke Bangsapate Kalau Memang Kamu Di Utus Sang Raja Membunuhku Tusuklah Aku Dengan Keris Pusaka ini, Bangsacara Lalu mengeluarkan Kerisnya Diserahkan ke Bangsapate Dengan Ikhlas Dan Rela
Bangsapate Langsung Mengambil Keris Dari Tangan Bangsacara Dan Menusukkannya Sekali Tusuk Bangsacara Langsung Tewas Seketika Dengan Kerisnya Sendiri, Atas kejadian itu Dua Ekor Anjing Kesetiannya Melihat Terus Menggongong Dan Berlari Pulang Menyabrang Laut Dari Pulau Mandangin ke Tempat Permaisuri Ragapadmi yang Dirawat di Desa Mrecah Sampai ditempat Permaisuri, Dua ekor Ajing itu Terus Menggonggong di depan sang permaisuri Seakan akan Memberi Isyarat Laporan Kejadian di pulau mandangin Sang Permaisuripun Ragapadmi punya firasat Buruk Jangan-Jangan ada apa-apa pada Bangsacara Akhirnya Ragapadmi Mengikuti Dua ekor anjing itu Kepulau Mandangin Setelah melihat patih Kesetianya Terbunuh dia Tidak sadar Langsung memeluk sangpatih dan sang Permaisuripun ikut Terkena keris yang Menancap di dadanya bangsacara’ sang Permaisuri Ragapadmi ikut terbunuh Karena keris itu Beracun, melihat Majikannya terbunuh kedua anjing Kesetiannya pun terus menggonggong Mengitari kedua jenasah majikannya dan Akhirnya kedua ekor ajingnya itu ikut Terbunuh tergores keris Bangsacara Sampai sekarang makam sang permaisuri Ragapadmi dan Bangsacara serta kedua Anjingnya Di Abadikan oleh warga di pulau Mandangin Kabupaten Sampang Madura.

“Setelah Sang Raja Abidarba mendengar Peristiwa itu Dan dia menangkap Bangsapate lalu memberi Hukuman Gantung dilokasi atas Sumber air, yang Sekarang menjadi tempat pemandian Warga di Desa pacangan Yang Dinamakan Somber Gentong.

“NB Kisah Ini Menjadi Awal Peringatan Dari Tradisi Orang Madura Kata Orang Madura Jek Leduran Kabininah Oreng Padeh tak Ekecapok Molok Egentong Ecalok Oreng.

(Kisah Ini Di Dapat Dari Warga Pacangan Yang Tak Mau Disebut Namanya).

Penulis Cerita-MWR

Editor : Nanang.f


Polwan Polresta Sidoarjo Masuk Mall Sosialisasikan Patuh Protokol Kesehatan

Sidoarjo – Metro Liputan 7, Edukasi dan sosialisasi pentingnya penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 kepada masyarakat, juga dilakukan Polwan Polresta Sidoarjo dan jajarannya di beberapa mall dan swalayan, Sabtu (12/9/2020) sore.

Polwan Polresta Sidoarjo bersama TNI dan security mall bersiaga di pintu masuk maupun keluar mall, serta ada beberapa petugas gabungan yang masuk ke dalam mall untuk terus mengingatkan karyawan maupun pengunjung mall, agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Antara lain yang disampaikan adalah cuci tangan sebelum masuk mall, pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, dan jangan lupa tetap menjaga jarak.

AKP Titik Masiana, salah satu Polwan Polresta Sidoarjo di lokasi mengatakan, tujuan dari hadirnya personel Polwan Polresta Sidoarjo dibantu dengan personel dari TNI ini tak lain adalah implementasi dari Inpres nomor 6 tahun 2020.

“Saat akhir pekan tempat belanja juga mall kerap ramai pengunjung. Karenanya kami hadir di sini guna mengedukasi dan mensosialisasikan supaya pengunjung jangan mengabaikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” ujar AKP Titik.

Dari pelaksanaan sosialisasi ini, didapati kepatuhan manajemen, karyawan dan pengunjung mall terhadap protokol kesehatan sudah baik. AKP Titik Masiana juga berharap dengan disiplin mematuhi peraturan protokol kesehatan oleh manajemen, karyawan juga pengunjung mall, mata rantai penyebaran Covid-19 di tempat-tempat keramaian seperti tersebut dapat dicegah.

Journalist : Red

Editor : Nanang.f


Ketum MOI Sukses Lantik DPW MOI Sulawesi Selatan

Makassar – Metro Liputan 7, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), sukses dilantik oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MOI di Arthama Hotels Makassar dengan mengindahkan protokol kesehatan, Rabu (09/09/2020).

Pelantikan dihadiri langsung oleh Ketua Umum (Ketum) MOI, Rudi S. Meliala; Ketua Harian MOI, Siruaya Utamawan; serta Sekretaris Jenderal (Sekjen) MOI, HM. Jusuf Rizal.

Acara pelantikan tersebut, juga dihadiri Walikota Makassar, Prof. Rudi Djamaluddin ; Kadis Infokom, Ismail Ajiali ; Kepala Bapemda, Irwan Adnan dan Kabag Humas Pemkot Makassar, serta.

beberapa pejabat di lingkup Pemprov. Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya saat membuka acara, Walikota Makassar, Rudi Djamalaluddin mengajak MOI untuk berperan serta dalam mengawal pembangunan di Sulawesi Selatan.

“Peran media sangat penting dalam pembangunan, media sebagai edukator juga sebagai korektor, disinilah peran MOI untuk mengawal pembangunan,” ujar Rudi, sapaan akrab Walikota Makassar ini.

Lebih lanjut, Rudi menilai media juga sebagai penyambung lidah masyarakat dan pemerintah, sebab medialah yang menginformasikan berbagai kegiatan pemerintah.

“Media berperan sebagai penyambung lidah masyarakat dan pemerintah, lewat berita yang menjadi informasi bagi masyarakat,” terang Rudi.

Sementara itu, Ketua Umum DPP MOI, Rudi S. Meliala dalam sambutannya menegaskan bahwa Media Online Indonesia (MOI) adalah Perkumpulan Pengusaha Media Online yang ada di seluruh Indonesia.

“Salah satu visi dan misi MOI adalah Peningkatan kwalitas organisasi, perusahaan media anggota dan peningkatan pengelolaan pemberitaan melalui berbagai pembinaan dan pelatihan,” jelas Rudi S. Meliala.

Sementara itu, Ketua DPW MOI Sulsel Muslimin Yunus menegaskan kehadiran MOI sebagai perkumpulan media, yang akan selalu mengedepankan sinergitas kepada semua pihak, terutama pemerintah.

“MOI akan selalu berusaha bersinergi dengan semua pihak, terutama pemerintah dalam menginformasikan berbagai pembangunan daerah,” ujar Muslimin Yunus.

Prosesi Pelantikan DPW MOI Sulsel dimulai dengan pembacaan Visi Misi MOI menjadi “The King of Indonesia Online Media”.

Dilanjut pembacaan SK Kepengurusan DPW MOI Sulsel oleh Ketua Harian MOI, Siruaya Utamawan.

Penyerahan SK DPW MOI Sulsel diserahkan langsung oleh Sekjen MOI, HM. Jusuf Rizal, dilanjut penyerahan bendera pataka dan penyematan pin MOI oleh Ketua Umum MOI, Rudi Sembiring Meliala kepada DPW MOI Sulsel yang diwakili oleh Ketua, Muslimin Yunus dan Sekretaris, Andi, S.A.N.

Journalist : Red

Editor : Nanang.f


Roadshow Agung Santoso Seri V Sumbang 200 Judul Buku Untuk Perpustakaan Pers

Nganjuk – Metro Liputan 7, Sebanyak 200 judul buku dari Agung Santoso selaku Ketua Forum Komunikasi Pemimpin Redaksi Media Jatim disumbangkan untuk Perpustakaan Pers yang pertama kali di Jatim, yakni Kabupaten Nganjuk.

Pemberian sumbangan 200 judul buku dengan berbagai macam disiplin ilmu selain dunia Jurnalistik tersebut kamarin (11/9/2020) diterima Siti Nur Kholifah pemimpin redaksi Kabar Nganjuk yang juga sebagai inisiator pendirian perpustakaan pers yang akan di launching sekitar Nopember 2020 mendatang.

“Kami menyumbangkan 200 judul buku tersebut merupakan wujud dari hasil sementara roadshow seri pertama sampai ke empat, hal ini didasari karena kekosongan literasi di berbagai daerah ,” ujar Agung Santoso yang dikenal juga sebagai Ketua MOI ( Media Online Indonesia ) Jawa Timur.

Masih menurut Agung sapaan akrab mantan redaktur harian Bhirawa Surabaya, dirinya datang ke Nganjuk untuk melihat langsung gedung perpustakaan pers berlantai dua tersebut, lantai santai ada tiga ruangan untuk ruang penempatan buku, sedang satu ruangan dekat pintu masuk di pakai ruang baca.

“Untuk awal pendirian perpustakaan pers adalah mengenalkan keberadaan adanya literasi untuk para awak media, dalam proses perjalanan tentu ada penyempurnaan-penyempurnaan, baik tentang gedung, rak buku, juga penambahan buku buku baru,”ujarnya.

Journalist : Nang

Editor : Nanang.f

Tentang Kami

Media Online Metro Liputan 7 dikelola oleh PT. METRO LIPUTAN TUJUH yang berbasis lokal serta eksistensi dan legalitas perusahaan yang jelas, yang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Republik Indonesia.

Melalui Online Media Metro Liputan 7 Owner bisa secara leluasa menawarkan projectnya, menerima penawaran dan menentukan pilihan terbaiknya, mudah untuk mempromosikan dan melakukan produk – produk dengan kualitas terjamin.


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai