Bajol Ijo Dalam Sebuah Laga Uji Coba

Gresik – Metro Liputan 7, Kesebelasan Bajol Ijo Putri memberikan pelajaran berharga kepada tim Porasda Putri Gresik dalam sebuah laga uji coba yang berlangsung di Lapangan Sriwaringin, Kedanyang, Gresik, Kamis (24/9/2020) sore.

Tuan rumah dilibas 0-15 oleh tim putri bentukan Askot PSSI Surabaya tersebut.

Bermain dalam waktu 2×35 menit, tim besutan pelatih kepala Ridwan ini menurunkan dua tim yang berbeda di setiap babaknya, untuk tim pertama, mereka unggul 9-0. Sedangkan tim kedua menang 6-0.

Berikut daftar pencetak gol pada laga yang berlangsung di bawah cuaca cerah itu, diantaranya Citra (5), Ibul (2), Cici (2), dan Sari (2). Kemudian masing-masing satu gol, yakni Zakia, Agidia, Armita, Ega, dan Dela.

Beda level permainan membuat Bajol Ijo Putri dengan leluasa menggelontor Porasda Putri Gresik dengan hujan gol.

Pasalnya, tim yang dimanajeri Tatag Triwibowo itu dihuni oleh sejumlah mantan pemain Persebaya Putri yang mengarungi Liga 1 Putri Indonesia musim lalu.

“Masih banyak belajar coach, jebol di atas 10 bola. Ternyata (Bajol Ijo Putri, red.-) banyak mantan Tim Persebaya Liga 1 tahun lalu, dan anak-anak Unesa (Universitas Negeri Surabaya),” ujar Yahya, pelatih Porasda Putri Gresik melalui pesan singkat.

Masih Yahya, dirinya mengakui kualitas Bajol Ijo Putri sangat bagus.

“Kalah lebih dari 10 gol, dan nggak bisa membalas, Tim Bajol bagus,” timpalnya sembari memberikan tanda jempol.

Turnamen sepak bola wanita Piala Kartini 2020 di Yogyakarta

Dengan hasil tersebut, untuk sementara tim yang menggelar latihan di Lapangan Desa Ngelom, Sidoarjo itu sejauh ini masih sesuai harapan.

Tentu saja bekal berharga sebelum mengikuti turnamen tingkat nasional.

Ya, Bajol Ijo Putri saat ini dipersiapkan untuk mengikuti turnamen sepak bola wanita Piala Kartini di Yogyakarta Oktober 2020 mendatang.

Semula pertandingan dijadwalkan bulan ini, tetapi diundur oleh pihak panitia dari hasil undian penyisihan grup, Bajol Ijo Putri berada di Grup A, bersama dua tim lainnya, yakni RGC Makasar dan GMM Kartini.

Di Yogyakarta, Citra dkk akan mengawali pertandingan pertamanya melawan RGC Makasar, Rabu (7/10/2020) pukul 07.30 WIB. Kemudian pada laga selanjutnya bertemu GMM Kartini, Jum’at (9/10/2020) pukul 14.20 WIB.

Sebanyak 18 tim telah siap bersaing di Piala Kartini, dibagi ke dalam enam grup.

Selain grup A di atas, berikut peserta di grup lainnya, yakni Grup B ada Neo Angel, Putri Surakarta dan Putri JP. Lalu, Grup C ada Bintang Manis, Persib dan Pusaka Ratu.

Kemudian, Grup D ada Putri BMIFA, Pansa Arimbi dan Arema FC. Di Grup E ada Putri Mataram, Putri Potaba dan Raspati Ladies dan Grup F ada Medan Utara FC, Alaska Putri dan Guyup Rukun Magelang.

Manajer Bajol Ijo Putri Tatag Triwibowo melalui pesan singkat sesaat sebelum berangkat ke Gresik mengatakan, sepak bola wanita Indonesia selama ini diakui masih kurang terdengar gaungnya meskipun bukan berarti tidak ada geliatnya.

“Walaupun di tengah pandemi (Covid-19), kita tetap menggelar latihan tanpa melupakan protokoler (protokol kesehatan, red.-) Covid-19.

Latihan dan uji coba tim Bajol Ijo Putri, kita terus berjalan buat persiapan pertandingan nasional.

Nah, selanjutnya, salah satunya uji tanding dengan tim Porasda Putri Gresik, hari Kamis (24/9/2020) sore ini di Lapangan Sriwaringin, Kedanyang, Gresik,” terangnya.

Bos Unika Automotive ini lebih jauh menuturkan, kalau menurutnya selama ini sepak bola wanita banyak memiliki keterbatasan, baik budaya atau lainnya.

“Namun dengan kita tangani secara profesional, kita harapkan mereka bisa menjadi pemain yang profesional ke depannya. Setidaknya jauh lebih maju dan dikenal oleh masyarakat, seperti klub sepak bola laki-laki,” timpalnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Askot PSSI Surabaya Heri Sudarsono menyambut gembira atas kepedulian Tatag Triwibowo khususnya dalam upaya pembinaan sepak bola di Surabaya.

“Sejauh ini beliau cukup perhatian kepada anak-anak. Dan beberapa waktu lalu juga telah memberikan bantuan kepada Tim Bajol Ijo U13,” terang Dokter Heri, biasa disapa melalui pesan singkat.

Journalist : Nang/Wnr

Editor : Nang

Sungguh Tak Manusiawi Pelayanan Rumah Sakit Adi Husada

Surabaya – Metro Liputan 7, Sungguh tragis bagi pasien yang di anggap miskin di Rumah Sakit Adi Husada jalan Kapasari Surabaya, tidak di perkenankan pakai Ambulance, untuk Pasien yang lagi kritis Itu yang di alami oleh Keluarga Pasien Agustiningsih bertempat tinggal di Jalan Sidoyoso Kali Selatan, Minggu (19/09/2020).

Sewaktu mengantar Ayahnya berinisial (Ngadi) yang lagi kritis di Rumah Sakit Adi Husada mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dan kurang simpatik dari pihak dokter jaga.

Setelah menunggu beberapa jam di tangani Keluarga Pasien di panggil oleh petugas atau Dokter jaga untuk membayar Adminitrasinya lalu memberitahukan pasien harus di Rujuk ke Rumah Sakit PHC, yang beralamatkan di jalan Perak, dan Dr Soewandi beralamatkan di jalan tambak Rejo Surabaya, atau Ke RS Husada Utama.

“Tapi sayangnya pihak dari Rumah sakit tidak memperbolehkan pakai mobil Ambulance Rumah Sakit dengan alasan yang tidak masuk akal,” Katanya’ dokternya Lebih baik Naik Mobil GRAB.

Karena sopir Rumah Sakit tidak ada, ini jelas jelas sudah melanggar undang kode Etik Undang – undang kesehatan pasal 29 ayat (1 ) huruf F setiap Rumah Sakit mempunyai kewajiban :
Melaksanakan fungsi sosial antara lain dengan memberikan fasilitas Pelayanan Pasien yang tidak mampu/miskin.

Pelayanan Unit Gawat Darurat tanpa uang muka/umum Ambulance gratis Pelayanan Korban Bencana dan kejadian luar biasa atau bakti sosial bagi misi penyelamatan
Berdasarkan bunyi pasal di atas.

“Jelas bahwa dalam keadaan Darurat Rumah Sakit seharusnya tidak boleh menolak Pasien dan/ atau meminta uang muka sebab dalam Keadaan Darurat/Kritis yang menjadi tujuan utama adalah penyelamatan Nyawa atau Pencegahan-pencatatan lebih dahulu,” ungkap iswandi

Bikin malu” ini terjadi di Rumah Sakit Adi husada di jalan Kapasari Surabaya seakan akan pihak Rumah Sakit lupa apa Tujuan dan Fungsi adanya didirikan rumah sakit. bersambung.

Journalist : Iswandi

Editor : Nang

Pembekalan Ketua Umum Bhayangkari Bagi Para Istri Siswa Dan Siswa Polwan Sekolah Inspektur Polisi Angkatan 49

Sukabumi – Metro Liputan 7, Pengurus Cabang Bayangkari 04 Setukpa menyelenggarakan giat pembekalan istri dan Polwan peserta didik dalam rangka Penutupan Pendidikan SIP Angkatan ke-49 T.A. 2020 secara virtual melalui zoom meeting, Jum’at, 25 September 2020.

Acara ini dihadiri :

  1. Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Fitri Idham Azis.
  2. Ketua Bhayangkari Gabungan 04 Lemdiklat Polri, Ny. Niken arief Sulistyanto.
  3. Pembina Bhayangkari Cabang 04 Setukpa Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K.,M.Hum.
  4. Ketua Bhayangkari Cabang 04 Setukpa, Ny. Tasha Mardiaz.
  5. Pengurus Cabang Bhayangkari 04 Setukpa.
  6. Istri dan Polwan Peserta Didik SIP Angkatan ke-49 T.A. 2020.

Acara pembekalan diawali dengan kata pengantar dari Ketua Bhayangkari Cabang 04 Setukpa Ny. Tasha Mardiaz yang menyampaikan bahwa “Dimasa pandemi covid 19 tidak menjadi penghalang silaturahmi walaupun secara virtual, kegiatan pembekalan seperti ini adalah kegiatan positif yang rutin dilaksanakan setiap tahun dan sangat bermanfaat bagi istri dan Polwan Calon Perwira Polri untuk bekal dan tauladan saat bertugas baik bagi keluarga dan masyarakat”.

Acara berikutnya dilanjutkan dengan sambutan, arahan dan pembekalan dari Ketua Bhayangkari Gabungan 04 Lemdiklat Ny. Niken Arief Sulistyanto dengan tema :

“Bhayangkari siap mendukung tugas suami sebagai Perwira Polri yang berkarakter kebhayangkaraan dan pemimpin garis depan unggul yang memiliki integritas”.

Kebhayangkaraan yang dimaksud adalah 12 karakter polri ( Beriman, Cinta tanah air, Demokratis, Disiplin, Kerja keras & Cerdas, Professional, Sederhana, Empati, Jujur, & Ikhlas, Adil, Teladan dan Berintegritas).

Bhayangkari harus bisa mendukung tugas suami dijalan yang benar dalam bertugas bukan membebani suami.

Metamorphosis dari Istri Bintara menjadi istri Perwira, harus mengikuti semua peraturan yang ada dan menjadi tauladan dimanapun berada serta mendampingi suami dalam melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara.

Diakhir arahannya Ketua Bhayangkari Gabungan 04 Lemdiklat Ny. Niken Arief menegaskan prinsip seorang Bhayangkari itu harus modern yang artinya bisa mengikuti suami dalam situasi apapun sesuai dengan perkembangan saat ini dan jadilah seorang Bhayangkari yang dapat berguna bagi keluarga, lingkungan sekitar, agama, bangsa dan negara.

Adapun puncak acara pembekalan hari ini Ketua Umum Bhayangkari Ny. Fitri Idham Aziz juga berkenan memberikan arahannya, beliau mengangkat tema “Bhayangkari Unggul Dalam Era Adaptasi Kebiasaan Baru”.

Diawal arahannya Ketua Umum Bhayangkari Ny. Fitri Idham Azis menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang sebesar -besarnya kepada Ketua Bhayangkari Gabungan 04 Lemdiklat, Ny. Niken Arif Sulistyanto dan Ketua Bhayangkari Cabang 04 Setukpa, Ny. Tasha Mardiaz yang telah mampu mewujudkan acara ini terlaksana dengan baik dan lancar walaupun dalam masa pandemi Covid-19 saat ini.
Beliau menyampaikan rasa syukur kehadirat Allah SWT karena para peserta didik SIP Angkatan Ke-49 dapat menjalani pendidikan dengan baik ditengah situasi yang penuh kesulitan hingga saat pelantikan yang akan dilaksanakan hari Senin, 28 September 2020 nanti.

Bhayangkari harus selalu semangat untuk mendukung para suami dalam menjalankan tugasnya karena menjadi Bhayangkari adalah pilihan dan kebanggaan, tetap jujur dan sederhana, tetaplah menjadi Bhayangkari yang rendah hati, mampu menjaga nama baik suami, organisasi dan keluarga, harus bisa menggali potensi diri masing masing dan mengembangkannya, Bhayangkari harus smart, kuat dan kreatif, mampu mengatur waktu antara kegiatan bhayangkari dan keluarga, tidak lupa tugas utamanya sebagai istri dan ibu dari putra-putrinya, mengembangkan hubungan kekeluargaan yang harmonis saling asah asih asuh sesama Bhayangkari di seluruh Indonesia. Mampu mengambil peran membantu tugas suami melalui organisasi Bhayangkari. Diakhir arahannya, beliau mengingatkan :

“Kita tidak bisa menghindari anggapan orang lain, tapi kita punya hati yang harus bisa kita kendalikan”.

Para peserta yang hadir dengan penuh semangat dan antusias mengajukan pertanyaan pada sesi tanya jawab, selain itu juga di tayangkan materi atribut seragam bhayangkari.

Marilah kita tetap menjalani hidup sehat dengan mematuhi protokol kesehatan dengan baik dan benar.

Journalist : Red

Editor : Nang

Mantap, Penanganan Sampah Yang Dilakukan di TPA Mencapai 55 ton/hari

Lamongan – Metro Liputan 7, Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kabupaten Lamongan mampu mengolah sampah hingga 50 ton/hari, dan dilengkapi dengan fasilitas Waste Education Development Center (WEDC) yang dibangun oleh PT. Danone dan Pemerintah Kabupaten Lamongan, yakni TPST Tambakrigadung berlokasi di Kelurahan Banjarmendalan Kecamatan Lamongan.

TPST yang berdiri sejak tahun 2019 dengan luas 5500 m2 dan telah melalui masa uji coba sejak bulan Mei 2020 tersebut mulai beroperasional Jum’at (25/9/2020), ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Lamongan Fadeli di TPST setempat, yakni TPST Tambakrigadung.

Dalam sambutannya Fadeli mengatakan, jumlah TPS (Tempat Pembuangan Sampah) di Indonesia saat ini sudah banyak, namun TPST Tambakrigadung tersebut merupakan satu-satunya yang sudah berjalan dengan baik.

“Harus dimaksimalkan fasilitas yang sudah ada ini, dan terus mensosialisasikan kebersihan lingkungan kepada seluruh masyarakat di wilayah Lamongan, sehingga Lamongan kedepannya mampu menjadi kota zero sampah,” ajak Bupati Lamongan dua periode ini.

Fadeli menambahkan, Lamongan sudah 14 tahun menjadi Kota Adipura, berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan.

“Kita tidak boleh berhenti sampai di sini, kita harus tetap semangat menjaga kebersihan lingkungan di Lamongan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lamongan, Anang Taufik, menjelaskan, inovasi TPST dimaksudkan untuk memenuhi program Jakstranas (Kebijakan dan Strategi Nasional) dan Jakstrada (Kebijakan dan Strategi Daerah).

“TPST diharapkan mampu turut mensukseskan program Jakstranas dengan target pengelolaan sampah 100 persen terkelola dengan baik dan benar pada tahun 2025 (Indonesia Bersih Tanpa Sampah), yang diukur melalui pengurangan sampah sebesar 30 persen serta penanganan sampah sebesar 70 persen,” tuturnya.

Lebih lanjut Anang mengatakan, Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup, jumlah timbunan sampah seluruh Kabupaten Lamongan adalah 393.18 ton/hari dengan rincian 36.68 ton/hari untuk wilayah administrasi perkotaan dan 356.50 ton/hari untuk wilayah non-kota di seluruh Kabupaten Lamongan.

“Kapasitas operasional TPST tersebut mampu mengolah sampah hingga 50 ton/hari.

Kondisi eksisting yang terolah di TPST saat ini rata-rata mencapai 15 ton/hari dengan kapasitas sampah yang terdaur ulang rata-rata mencapai 17 persen dari total timbulan sampah.

Dengan demikian, jumlah sampah terkurangi mencapai 60-70 persen dari total timbulan sampah terolah, sehingga hanya 13 persen jumlah residu yang disalurkan dan dikelola TPA,” tutupnya.

Journalist : Red

Editor : Nang

Team Sahabat Lama Konsolidasi Pemenangan MA

Surabaya – Metro Liputan 7, Team Sahabat Lama Surabaya terus bergerak mencari dukungan untuk memenangkan Machfud Arifin (MA) dan Mujiaman untuk menjadi Walikota Surabaya 2020, Jum,at (25/09/2020) pukul 19:00 wib.

Team Sahabat Lama Surabaya mengadakan rapat di Bulu Jaya Kelurahan Lontar yang dihadiri Kader Kecamatan Pakal Benowo, Sambikereb dan Kader Sahabat Lama Surabaya lainnya, bergerak terus merambat ke seluruh penjuru Kota Surabaya.

Subandi terus bergerak untuk mencari dukungan untuk kemenangan Machfud Arifin (MA) dan Mujiaman dalam Pilwali Surabaya 2020, terus Gerilya : Team Sahabat Lama Surabaya juga menyambangi Kader-kader disetiap Kecamatan se-Surabaya Team pemenangan Machfud Arifin terus bergerak untuk kepentingan calonnya.

Salah satunya, mereka menginventarisasi Kadernya di setiap Kelurahan dan Kecamatan.

Sementara itu, Team Sahabat lama Surabaya pemenangan Machfud Arifin (MA) dan Mujiaman terus melakukan konsolidasi dengan sejumlah perwakilan Kader se-Surabaya pendukung turun ke bawah.

Mengevaluasi upaya Machfud memenangkan Pilwali.

“Team Sahabat Lama Surabaya terus bergerak menambah dukungan serta simpati warga, dari kami dukungan terus bertambah,” jelasnya saat Team Sahabat Lama Surabaya di temui Awak Media.

“Untuk itu mari kita menangkan Machfud Arifin dan Mujiaman secara bijak dan bermartabat, karena saya yakin Machfud Arifin (MA) dan Mujiaman menang mutlak jika kita bersatu mari kita satukan suara satu komando, Maju Kotane Makmur Wargane,” ujar Subandi.

Journalist : MWR

Editor : Nang

Mbah Kholil dan Segelas Air Susu di Laut

Realigi – Metro Liputan 7, Mbah Kholil Bangkalan Madura memanggil tiga santrinya, Mbah Manab (kelak menjadi pendiri Pesantren Lirboyo) dan dua orang santri lainnya. “Anu Cung, tolong sampean carikan air susu di laut.”
Saling pandang sejenak, ketiganya menjawab kompak, “Enggih, Kiai…”

Setelah pamitan mereka langsung berangkat. Dengan bekal keyakinan bahwa dawuh guru walaupun kelihatan mustahil tetap harus dilaksanakan. Selama tiga hari tiga malam mencari di lautan, ternyata hasilnya nihil.

Di tengah keputusasaan ketiganya bermusyawarah. “Bagaimana ini?”

“Lha iya, kalau kita jawab tidak ada berarti kan sama saja mengatakan guru kita tidak tahu, bodoh?” “Seperti beli rokok di toko bangunan,” jawab lainnya.

“Wah gini saja, bagaimana kalau kita jawab ‘Kami belum menemukan, Kiai,’” kata yang ketiga. Yang akhirnya jawaban ini disetujui dua orang temannya.

Lalu ketiganya sowan kembali ke Mbah Kholil, dan mengatakan kalau belum menemukan.

“Oh gitu. Ayo kalian ikut saya,” kata Mbah KH. Kholil singkat.

Kemudian beliau mengajak ke tepi laut. Mengeluarkan gelas yang dibawa dari rumah dan mengambil air laut dengan gelasnya. Aneh bin ajaib, ternyata air laut itu berubah menjadi susu!

“Sekarang mintalah kepada Allah keinginan kalian, dengan lantaranku.” Ucap Mbah Kholil.

Dua orang santri pertama meminta agar kaya raya. Sedangkan Mbah Manab meminta ilmu yang bermanfaat. Kelak keinginan mereka terkabul. Dua orang santri itu benar-benar kaya raya, namun kekayaannya habis berbarengan dengan meninggalnya. Sedangkan Mbah Manab bisa mendirikian Pondok Pesantren Lirboyo yang santrinya menyebar ke seluruh Nusantara.

(Sumber kisah: Kiai Anwaril Mustofa dari KH. Fathoni Tanggungharjo Grobogan Jawa Tengah)

والله أعلم بالصواب
صــــــــلوا علــــــــى سيـــــدنا
محمــــــد

Penulis : Munawar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai